Template file pada wordpress

membuat tema wordpress

Template terminologi

Ketika kita mendengar istilah “template” dalam WordPress, itu mempunyai arti yang cukup luas. Dan template dalam WordPress digunakan dengan berbagai cara saat mengembangkan tema WordPress.

Ada banyak macam template bila dikategorikan, Berikut listnya:

  • Template File
  • Template Hierarki
  • Template Tag
  • Template Page
Informasi: Jangan khawatir, untuk semua contoh akan dibahas di tutorial yang lainnya
  • Template File adalah macam-macam file yang sudah dikenali dalam tema WordPress, serta mempunyai peran dan kegunaannya masing-masing.
  • Template Hierarki adalah logika yang digunakan WordPress untuk memutuskan template file mana yang akan digunakan, bergantung pada konten yang diminta.
  • Template Tag  adalah fungsi bawaan WordPress yang dapat Anda gunakan di dalam template file untuk mengambil dan menampilkan data (seperti the_title() dan the_content()).
  • Template Page adalah merupakan halaman tertentu dan rata-rata digunakan untuk mengubah tampilan dan nuasannya. Template halaman dapat diterapkan ke satu halaman, bagian halaman, atau kelas halaman.

Cara kerja file template

Tema WordPress terdiri dari berbagai macam template file. Ini adalah file PHP yang berisi campuran HTML, Template Tag  , dan kode PHP.

Saat Anda membangun tema, Anda akan menggunakan template file untuk mempengaruhi tata letak dan desain pada bagian situs web. Misalnya, Anda akan menggunakan template file header.php untuk membuat header atau footer.php untuk membuat footer.

Saat seseorang mengunjungi halaman di situs Anda, WordPress memuat template berdasarkan permintaan. 

Jenis konten yang ditampilkan oleh template file ditentukan oleh jenis posting terkait dengan template file. Template Hierarki  memutuskan template file mana yang akan digunakan berdasarkan pada jenis permintaan dan apakah template ada di tema. 

Dan server kemudian mengurai PHP di template dan mengembalikan HTML ke pengunjung.

Template file yang paling penting adalah index.php, yang merupakan template penampung semua jika template yang lebih spesifik tidak dapat ditemukan dalam template hierarki. 

Meskipun tema hanya memerlukan template index.php, biasanya tema menyertakan banyak template untuk menampilkan tipe konten dan konteks yang berbeda.

Macam-macam file template

Ada banyak sekali berbagai macam template file pada WordPress dan masing-masing mempunyai peran dan kegunaanya. Berikut daftar template file:

index.php
Template file utama. Ini diperlukan di semua tema.

style.css
Template file stylesheet utama. Ini  diperlukan  di semua tema dan berisi header informasi untuk tema Anda.

rtl.css
Template file stylesheet kanan-ke-kiri disertakan secara otomatis jika arah teks bahasa situs web adalah dari kanan-ke-kiri.

comments.php
Template file komentar.

footer.php
Template file footer biasanya berisi jenis dokumen yang ada pada footer atau script seperti javascript atau css.

front-page.php
Template file halaman depan selalu digunakan sebagai halaman depan situs jika ada, terlepas dari pengaturan di Admin> Pengaturan> Membaca.

home.php
Template file beranda merupakan halaman depan secara default. Jika Anda tidak mengatur WordPress untuk menggunakan halaman depan statis, template ini digunakan untuk menampilkan posting terbaru.

header.php
Template file header biasanya berisi jenis dokumen situs, seperti informasi meta, link ke stylesheet, skrip, dan data yang lainnya.

singular.php
Template file tunggal digunakan untuk posting ketika single.php tidak ditemukan, atau untuk halaman ketika page.php tidak ditemukan. Jika singular.php tidak ditemukan, index.php akan digunakan.

sidebar.php
Template file sidebar, biasanya berisi widget atau informasi situs web.

single.php
Template file posting tunggal digunakan ketika pengunjung meminta satu posting.

single-{post-type}.php
Template file posting tunggal digunakan ketika pengunjung meminta satu posting dari jenis posting kustom. Misalnya, single-book.php akan digunakan untuk menampilkan posting tunggal dari jenis posting kustom bernama book .

index.php digunakan jika template query tertentu untuk jenis posting kustom tidak hadir.

archive-{post-type}.php
Template file jenis posting arsip digunakan ketika pengunjung meminta arsip jenis posting kustom. Misalnya, archive-books.php akan digunakan untuk menampilkan arsip posting dari jenis posting kustom bernama books . 

File archive.php template digunakan jika archive-{post-type}.php tidak ada.

page.php
Template file halaman digunakan saat pengunjung meminta halaman individual, yang merupakan template bawaan.

page-{slug}.php
Template file halaman slug digunakan saat pengunjung meminta halaman tertentu, misalnya halaman dengan slug “about” (page-about.php).

category.php
Template file kategori digunakan ketika pengunjung meminta posting berdasarkan kategori.

tag.php
Template file tag digunakan ketika pengunjung meminta posting berdasarkan tag.

taxonomy.php
Template file istilah taksonomi digunakan saat pengunjung meminta istilah dalam taksonomi.

author.php
Template file halaman penulis digunakan setiap kali pengunjung memuat halaman penulis.

date.php
Template file tanggal / waktu digunakan ketika posting diminta berdasarkan tanggal atau waktu. Misalnya, halaman yang dibuat dengan siput ini:
https://domain.com/blog/2020/
https://domain.com/blog/2020/06/
https://domain.com/blog/2020/06/15/

archive.php
Template file arsip digunakan ketika pengunjung meminta posting berdasarkan kategori, penulis, atau tanggal. 

Catatan : template ini akan ditimpa jika template yang lebih spesifik ada seperti category.phpauthor.php, dan date.php.

search.php
Template file hasil pencarian digunakan untuk menampilkan hasil pencarian pengunjung.

attachment.php
Template file lampiran digunakan saat melihat lampiran tunggal seperti gambar, pdf, atau file media lainnya.

image.php
Template file lampiran gambar adalah versi yang lebih spesifik dari attachment.php dan digunakan saat melihat lampiran gambar tunggal. Jika tidak ada, WordPress akan menggunakan attachment.php.

404.php
Template file 404 digunakan ketika WordPress tidak dapat menemukan posting, halaman, atau konten lain yang tidak sesuai dengan permintaan pengunjung.

Template partial

Template partial meliputi:

  • header.php
  • footer.php 
  • sidebar.php 

header.php, footer.php dan sidebar.php mereka masuk dalam template file dan template partial.

Template partial bertujuan untuk menyederhanakan pembuatan tema, menghemat baris kode dan mengurangi pengulangan kode.

Sebagai contoh Anda membuat navigasi pada header.php, lalu Anda membutuhkan navigasi pada file template index.php misalnya. Anda tinggal memanggil partial template header.php, tanpa harus menulis ulang kode navigasi.

Dengan teknik ini Anda bisa menyederhanakan pembuatan tema, menghemat baris kode dan mengurangi pengulangan kode.

Informasi: Meskipun pada contoh di atas untuk kasus index.php, Anda dapat memasukkannya ke template file lain.

Agar Anda tidak bingung. Mari kita praktekan

Buat file header.php dan isi seperti contoh dibawah ini:

<nav class="header-top">
    <ul>
        <li><a href="#">Home</a></li>
        <li><a href="#">Blog</a></li>
        <li><a href="#">About</a></li>
        <li><a href="#">Contact</a></li>
    </ul>
</nav>

Buat file footer.php dan isi seperti contoh dibawah ini:

<div class="footer-bottom">
    <p>Copyright © 2020 - hendky</p>
</div>

Buat file sidebar.php dan isi seperti contoh dibawah ini:

<aside>
    <h2>Sidebar</h2>
</aside>

Buat file index.php dan isi seperti contoh dibawah ini:

<?php get_header(); ?>
<main class="main-index main-layout">
	<div class="container-index container-layout">  
		<h1>Hello World!</h1>
	</div>
    <?php get_sidebar(); ?>
</main>
<?php get_footer(); ?>

get_header(), get_sidebar() dan get_footer() adalah cara untuk memanggil template yang berada pada file header, sidebar dan footer.

Dan hasil dari tema Anda akan seperti ini:

hasil dari template sederhana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *