Template file parsial pada wordpress

membuat tema wordpress

Apa itu template file parsial?

Kemungkinan besar, Anda telah menggunakan template file parsial tanpa menyadarinya. Yaitu template file header.php, footer.php, sidebar.php, comments.php dan content-{$slug}.php yang pada dasarnya adalah template file parsial default.

Cara terbaik untuk memahami apa itu template file parsial adalah dengan melihat contoh. Katakanlah Anda membuat sebuah menu navigasi, dan Anda ingin disetiap halaman menu navigasi ini ada.

Cara yang kurang efektif untuk melakukan ini dengan menyalin dan menempelkan kode pada setiap halaman yang di inginkan. Cara ini tidak disarankan.

Lebih baik Anda menggunakan template file parsial dengan menaruh kode tersebut dihalaman header.php lalu panggil header.php disetiap halaman yang Anda inginkan.

Header.php

Header.php adalah salah satu template file parsial, terkadang ada yang menyebutnya template tag.

Hampir semua tema memiliki template file header.php karena fungsionalitas dan pemeliharaan file ini yang hampir wajib.

Berikut contoh template file parsial header.php

<!DOCTYPE html>
<html <?php language_attributes(); ?>>
<head>
	<meta charset="<?php bloginfo( 'charset' ); ?>" />
	<meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0">
	<link rel="profile" href="http://gmpg.org/xfn/11" />
	<?php wp_head(); ?>
</head>
<body <?php body_class(); ?>>
<?php wp_body_open(); ?>
	<header>
        
        <h1><a href="<?php echo esc_url( home_url( '/' ) ); ?>" rel="home"><?php bloginfo( 'name' ); ?></a></h1>
        <p><?php bloginfo( 'description' ); ?></p>

        <nav>
        <?php 
        if ( has_nav_menu( 'menu-primary' ) ) : 
            wp_nav_menu( 
                array(
                    'container' => false,
                    'theme_location' => 'menu-primary',
                )
            );	
        endif; 
        ?>
        </nav>
	</header>

Template file parsial tidak akan dirender kecuali memang dipanggil. Untuk memanggil template file parsial header.php dengan menggunakan <?php get_header(); ?>

Berikut contoh untuk memanggil template file parsial header.php

<?php get_header(); ?>
<main>
    <h1>Hello World</h1>
</main> 
  • <?php language_attributes(); ?> Digunakan untuk menentukan bahasa. Ini tergantung dipengaturan Settings > General > Site Language
  • <?php bloginfo( ‘bla bla bla’ ); ?> Digunakan untuk menampilkan informasi. Dokumentasi lebih lengkap
  • <?php wp_head(); ?> Digunakan untuk mengambil css, javascript dan resource-resource lainnya yang diperlukan
  • <?php body_class(); ?> Digunakan untuk memberikan class pada tag body
  • <?php wp_nav_menu(); ?> Digunakan untuk menampilkan menu yang terdaftar. Dokumentasi lebih lengkap

Footer.php adalah salah satu template file parsial, terkadang ada yang menyebutnya template tag.

Hampir semua tema memiliki template file footer.php karena fungsionalitas dan pemeliharaan file ini yang hampir wajib.

Berikut contoh template file parsial footer.php

<footer>
	<p>Copyright 2020</p>

	<?php wp_footer(); ?>
</footer>

</body>
</html>
Informasi: Seringkali pengembang akan menempatkan 
area widget di footer.

Template file parsial tidak akan dirender kecuali memang dipanggil. Untuk memanggil template file parsial footer.php dengan menggunakan <?php get_footer(); ?>

Berikut contoh untuk memanggil template file parsial footer.php

<?php get_header(); ?>
<main>
    <h1>Hello World</h1>
</main> 
<?php get_footer(); ?>

<?php wp_footer(); ?> Digunakan untuk mengambil css, javascript dan resource-resource lainnya yang diperlukan

404.php

404.php adalah salah satu template file parsial.

template file 404.php berperan sebagai feedback atau umpan balik apabila pengguna mencoba mengunjungi halaman yang tidak ada disitus Anda.

Jika Anda tidak mempunyai template file 404.php maka akan diarahkan ke template file index.php.

Praktek terbaik, membuat template file 404.php lalu memberikan pesan informasi yang menjelaskan bahwa halaman hilang atau tidak lagi tersedia.

Ini membantu menjaga aspek visual dari tema Anda konsisten dan memberikan informasi berguna kepada pengguna

Berikut adalah contoh template file 404.php sederhana:

<?php get_header(); ?>
<main>
	<header>
		<h1><?php esc_html_e( '404', 'goblog-free' ); ?></h1>
	</header>

	<p><?php echo "Halaman yang Anda tuju tidak ada atau tidak tersedia lagi!"; ?></p>
	
	<button>
		<a id="back" href="<?php echo esc_url( home_url( '/' ) ); ?>">
			<?php echo "Kembali ke Home"; ?>
		</a>
	</button>
</main>
<?php get_footer(); ?>

Comments.php

Comments.php adalah salah satu template file parsial, terkadang ada yang menyebutnya template tag.

Template file comments.php Ini adalah template file parsial yang ditarik ke template file lain untuk menampilkan komentar yang ditinggalkan pengguna pada halaman atau posting. 

Beberapa halaman dan kiriman yang berbeda menampilkan komentar sehingga masuk akal untuk memiliki hanya satu file yang dapat ditarik saat diperlukan.

Informasi: Anda akan belajar seputar commentst.php atau komentar dibab yang lainnya.

Kebanyakan tema menggunakan sidebar untuk menampilkan widget. Agar sidebar berfungsi dalam sebuah tema, ia harus didaftarkan dan kemudian template file untuk sidebar harus dibuat.

Template file sidebar sering kali memiliki pernyataan bersyarat dan fungsi is_active_sidebar( 'sidebar-name' ) di dalamnya untuk memastikan widget digunakan di dalam sidebar sehingga HTML kosong tidak ditambahkan ke halaman secara tidak perlu.

Berikut contoh sidebar.php sederhana:

<?php if ( is_active_sidebar( 'sidebar-name' )  ) : ?>
	<aside>
		<div class="container">
			<?php dynamic_sidebar( 'sidebar-name' ); ?>
		</div>
	</aside>
<?php endif; ?> 

Perhatikan contoh diatas!
Fungsi <?php dynamic_sidebar( 'sidebar-name' ); ?> digunakan untuk memanggil sidebar yang sudah terdaftar.

Informasi: Anda akan belajar seputar sidebar.php dibab yang lainnya.

Content-{$slug}.php

Banyak pengembang tema memecah file templat mereka menjadi potongan-potongan kecil. Mereka akan sering menempatkan pembungkus dan elemen arsitektur halaman di file template seperti page.php, home.php, comments.phpdll, tetapi kemudian mereka meletakkan kode yang menampilkan konten halaman tersebut di file template lain. Enter content-{$slug}.php: contoh umum adalah content-page.php, content-post.php, content-portfolio.php, content-none.php. Ini bukan nama file yang dikenali WordPress dan akan ditafsirkan dengan cara tertentu, melainkan merupakan pendekatan umum untuk menampilkan jenis konten tertentu.

Misalnya, sering kali pada postingan blog Anda ingin menampilkan nama penulis, tanggal postingan, dan mungkin kategori postingan. Anda juga mungkin memiliki link ke posting sebelumnya dan berikutnya. Informasi itu tidak akan sesuai di halaman biasa. Demikian pula pada halaman portofolio Anda mungkin akan memiliki gambar atau galeri unggulan yang ingin Anda tampilkan dengan cara yang berbeda dari gambar unggulan posting blog atau halaman.

Anda akan ingin menggunakan get_template_part() tag template  untuk menarik content-{$slug}.phpfile tersebut. Untuk menarik content-page.phpfile Anda, Anda akan meneleponget_template_part( 'content', 'page' );

Berikut adalah contoh content-page.phpfile template dua puluh lima belas .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *